tugas mandiri 6- ilmu pengantar ekonomi dan bisnis kampus milenial ITBI Medan

Nama : Rika aulia
Kelas : pagi
Jurusan : sistem informasi akuntansi S1

Pertemuan 8 ( ekonomi makro )

A.Masalah utama perekonomian

•Masalah pertumbuhan ekonomi
•Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi
•Masalah pengangguran
•Masalah kenaikan harga atau inflasi
•Masalah neraca pembayaran dan neraca perdagangan

B.Kebijakan makro ekonomi
*Tujuan kebijakan

•Menstabilkan kegiatan ekonomi
•Mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi
•Menghindari inflasi
•Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang teguh
•MeWujudkan kekukuhan neraca pembayaran dan kurs valuta asing

*Bentuk kebijakan
•Kebijakan fiksal
•Kebijakan moneter
•Kebijakan lainnya

PERTEMUAN 9

*KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL *.
1.keseimbangan perekonomian 2 sektor (yang artinnya ada dua sektor sebagai pembentuk keseimbangan pendapatan nasional suatu perekonomian ).
Y=C+I.
C=KONSUMSI MASYARAKAT. 
I=INVESTASI.
2.Keseimbangan perekonomian 3 sektor (yang artinya ada tiga sektor sebagai pembentuk keseimbangan pendapatan nasional suatu perekonomian ).
Y=C+I+G.
C=KONSUMSI MASYARAKAT .
I=INVESTASI.
G=PENGELUARAN PEMERINTAH .

PERTEMUAN 10

 Perekonomian dua sektor :interaksi antara pelaku ekonomi dengan asumsi bahwa dalam perekonomian tersebut hnya ada dua pelaku ekonomi yaitu :
Sektor rumah tangga dan sektor perusahaan 
•perekonomian dua sektor :perekonomian tertutup sederhana. Disebut tertutup karena analisinya Tidak memasukkan perdagangan luar negri ,dan disebut sederhana karena tidak memutuskan sektor pemerintah.
*model perekonomian .
1.kegiatan perekonomian antar sektor rumah tangga dan sektor perusahaan terjadi disuatu "tempat"yang disebut pasar .
2.sektor rumah tangga menawarkan faktor produksi atau input kepada sektor perusahaan melalui pasar input .
3.hasil menawarkan input kepada sektor perusahaan ,sektor rumah tangga memperoleh pendapatan yang berupa uang.
4.pendapatan bagi sektor rumah tangga akan digunakan untuk membeli output dihasikan oleh sektor perusahaan,disebut dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga .
5.hasil menjual output kepada sektor rumah tangga ,sektor perusahaan memperoleh pendapatan berupa uang sebesar pengeluaran konsumsi rumah tangga. 

*Hubungan antara konsumsi dan pendapatan. 
1.pada pendapatan rendah ,rumah tangga akan mengambil tabungan .
2.kenaikan pendapatan akan menaikan pengeluaran konsumsi. 
3.pada pendapatan yang tinggi ,rumah tangga akan menabung. 
4.pendapatan sektor rumah tangga sama dengan pengeluaran konsumsi ,atau Y (pendapatan )=(konsumsi ).
1.fungsi konsumsi .
Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional .
C=A+BY.
KETERANGAN:
A=konsumsi rumah tangga ketika pendapatan nasional adalah 0.
B=kecondongan mengkonsumsi marginal .
C=tingkat konsumsi .
Y=pendapatan nasional .
2.fungsi tabungan .
Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara nya tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional. 
S=A+(1-B)Y.
KETERANGAN :
A=Konsumsi rumah tangga ketika pendapatan nasional adlaah 0.
B=kecondongan mengkonsumsi marginal .
C=Tingkat konsumsi. 
Y=Pendapatan nasional .

PERTEMUAN 11 

KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN
TERBUKA
Sistem ekonomi terbuka adalah sistem yang memberikan kesempatan bagi warga negaranya untuk berinteraksi dalam bidang ekonomi dengan negara lain. Warga negara yang dimaksud bisa berupa perseorangan, bisnis swasta atau pun pemerintah. Perekonomian terbuka adalah perekonomian yang melibatkan diri dalam perdagangan internasional (ekspor dan impor) barang dan jasa serta modal dengan negara-negara lain.
 Kegiatan ekonomi tersebut bisa dalam bentuk perdagangan produk barang dan jasa, pertukaran teknologi, dan sebagainya.
HUBUNGAN EKONOMI ANTAR BANGSA 
1. Perdagangan Internasional
• Meningkatkan standar hidup dengang berspesialisasi pada produk yang mempunyai keunggulan komparatif 
• Mengekspor barang dan jasa yang secara relatif efisien
• Mengimpor barang dan jasa yang secara relatif tidak efisien 
2. Keuangan Internasional Sistem keuangan internasional berperan sebagai “lubricant/perantara” yang memfasilitasi pertukaran (via pembelian & penjualan) 
~Komoditi untuk mendapatkan mata uang asing
~ suatu mata uang dengan mata uang lainnya.
KOMPONEN PENGELURAN AGREGAT
• Pengeluaran konsumsi rumah tangga ke atas barang-barang yang dihasilkan di dalam negeri (Cdn) 
• Investasi perusahaan (I) untuk menambah kapasitas sektor perusahaan menghasilkan barang dan jasa 
• Pengeluaran pemerintah ke atas barang dan jasa yang diperoleh di dalam negeri (G). 
• Ekspor, yaitu pembelian negara lain ke atas barang buatan perusahaan-perusahaan di dalam negeri (X) 
• Barang impor, yaitu barang yang sudah dibeli dari luar negeri (M). 
Rumus Pengeluaran Agregat:
AE = Cdn + I +G + X + M
FAKTOR PENENTU EKSPOR
• Barang-barang yang dibutuhkan negara lain karena tidak dapat diproduksi negara tersebut atau produksinya tidak dapat memenuhi kebutuhan di negara tersebut. 
• Kemampuan suatu negara untuk mengeluarkan barang-barang yang dapat bersaing di pasaran luar negeri. 
• Cita rasa masyarakat luar negeri terhadap barang yang diekspor.
FAKTOR PENENTU IMPOR
• Dalam sirkulasi aliran pendapatan, diasumsikan barang-barang diimpor oleh rumah tangga. Walau dalam praktiknya, barang-barang tidak hanya diimpor rumah tangga, tetapi juga pemerintah dan perusahaan. Sehingga fungsi impor berhubungan dengan pendapatan nasional.  
• Semakin tinggi pendapatan nasional suatu negara, maka semakin tinggi pula impornya.
 Persamaan fungsi impor : M = m Y, dimana m merupakan tingkat perubahan impor akibat perubahan pendapatan masyarakat dan pendapatan nasional. 
• Apabila sebagian dari impor tidak bergantung pada pendapatan nasional, maka fungsi impor digambarkan dengan persamaan: M = M0 + mY, dimana M0 merupakan nilai impor yang tidak dipengaruhi pendapatan nasional. 
• Kecondongan mengimpor dari waktu ke waktu mengalami perubahan. (Gambar b.i) Pergeseran dari M1 – M2 menunjukkan kecondongan mengimpor yang berkurang, seperti berubahnya citarasa masyarakat yang lebih mencintai produk domestik, misalnya.  
• Kecondongan mengimpor (bergeser) meningkat seiring meningkatnya pendapatan nasional (gambar 2.ii). Efek inflasi misalnya, yang menyebabkan barang dalam negeri jadi lebih mahal sehingga masyrakat lebih banyak membeli barang impor. Sedangkan Kemampuan suatu negara menghasilkan barang yang lebih baik mutunya akan memicu masyarakat untuk mengurangi konsumsi barang-barang impor. 
KESEIMBANGAN
PEREKONOMIAN TERBUKA
Penawaran dan Pengeluaran Agregat
Penawaran Agregat (AS) terdiri atas barang yang diproduksi di dalam negeri yang meliputi pendapatan nasional (Y) serta barang yang diimpor dari luar negeri. Persamaan: AS = Y + M 
Penawaran Agregat (AE) meliputi lima komponen: pengeluaran rumah tangga atas barang yg diproduksi di dalam negeri (Cdn), investasi swasta (I), pengeluaran pemerintah (G), ekspor (X) dan pengeluaran ke atas impor (M). Persamaan: 
AE = Cdn + I + G + X + M
Suntikan dan bocoran Keseimbangan dicapai ketika: 
I + G + X = S + T + M
Pendapatan disposibel merupakan sisa pendapatan nasional dikurangi dengan pajak-pajak: 
Yd = Y – Pajak perusahaan – Pajak Individu Atau Yd = Y – T 


PERTEMUAN -12

PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG 
Perkembangan Teori Moneter
 Dalam membahas mengenai perkembangan teori moneter, titik beratnya pada permintaan akan uang karena hal inilah yang merupakan bidang yang sejak awal menjadi perdebatan antara berbagai aliran teori moneter.
Perkembangan Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Money) dari Mazhab Klasik. 
* Teori Kuantitas Sederhana (Crude Quantity Theory) Ricardo 
* Transaction Equation atau Transaction Velocity Approach 
* Income Flow Equation of Exchange
* Cambridge Equation of Exchange Teori Kuantitas Sederhana (Crude Quantity Theory) Ricardo 
* Ricardo telah memecahkan masalah nilai uang dengan memperhatikan hubungan yang lurus antara jumlah uang dengan harga barang. Dia telah mengambil kesimpulan bahwa jumlah uang dengan nilai uang mempunyai hubungan terbalik.
Teori Kuantitas Sederhana (Crude Quantity Theory) Ricardo 
* Rumus:
M = k.p atau P = 1/k.M 
M = Jumlah Uang Beredar
P = Tingkat harga
K = Merupakan factor proporsional yang konstan
Transaction Equation atau Transaction Velocity Approach 
* Ini merupakan penyempurnaan daripada teori yang sebelumnya dilakukan oleh Irving Fisher. Ia menyatakan bahwa yang menentukan nilai uang ada 3 faktor yaitu: 
– Jumlah uang beredar (M)
– Cepatnya peredaran uang (V)
– Jumlah barang yang diperdagangkan atau volume
barang yang diperdagangkan (T)
* Rumus Fisher, Transaction Equation adalah:
MV = PT atau P = MV/T
Income Flow Equation of Exchange 
Variasi lain daripada teori kuantitas uang adalah income flow equation of exchange yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut: 
MVy =PyTy atau Py= MVy/Ty
– M = Jumlah uang beredar
– Vy = Income velocity dari uang
– Py = Harga rata-rata semua barang dan jasa yang
tercakup dalam Ty – Ty = Volume barang jadi (barang akhir) dan jasa yang diperdagangkan.
Cambridge Equation of
Exchange
Robertson dan K
– Cash balance Equation: M=k.PT
– Income Version: M=k.PQ=kY
Cash Balance Equation
* M = k.PT (D.H. Robertson)
* K = Kebalikan dari V
Income Version
* M = k.PQ = kY (Marshall)
* Rumus: M = k.Y
– M = Jumlah uang beredar
– k = Bagian dari pendapatan nasional yang ingin dipegang dalam bentuk uang. 
– Y = Pendapatan Nasional
Permintaan uang untuk spekulasi 
* Yang dimaksud dengan spekulasi disini adalah spekulasi dalam surat-surat berharga khususnya obligasi. Para spekulan membeli surat-surat berharga (obligasi) pada waktu obligasi murah, dan menjualnya pada waktu surat obligasi mahal. 
Dengan cara begini spekulan mendapat keuntungan.
* Jadi menurunnya harga obligasi mempunyai tendensi yang mengakibatkan jumlah uang diminta masyarakat dengan motif spekulasi berkurang. Sebaliknya, meningkatnya harga obligasi akan mengakibatkan jumlah uang yang dibutuhkan masyarakat dengan motif spekulasi meningkat. 
* Hubungan antara tingkat bunga dengan surat obligasi adalah meningkatnya tingkat bunga bertendensi mengakibatkan menurunnya harga obligasi (Pob) dan sebaliknya menurunnya tingkat bunga bertendensi mengakibatkan meningkatnya harga obligasi.
Teori Penawaran Uang
Penawaran uang = Jumlah Uang Beredar (JUB), yi 
Jumlah uang yang ada atau beredar di masyarakat 
Teori penawaran:
* JUB dlm arti sempit (M1)
JUB untuk transaksi = uang kartal+uang giral
* JUB dlm arti luas (M2)
JUB untuk transaksi + uang quasi = M1+Quasi
Uang Kuasi: surat-surat berharga u/ alat pembayaran spt deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestic 
* JUB dlm arti lebih luas (M3) = M2 + deposito berjangka besar.
Deposito berjangka besar = asuransi, pegadaian. 


PERTEMUAN 13
KESEIMBANGAN PERMINTAN
&PENAWARAN AGREGAT (AD-AS)
Analisis Makroekonomi Keynes
* Fluktuasi ekonomi dalam sejarah dunia yang paling menyengsarakan adalah Depresi Besar (Great Depression) yang terjadi pada tahun 1930-an. 
* Tahun 1936, ekonom Inggris John Maynard Keynes melakukan revolusi terhadap ilmu ekonomi melalui bukunya “The General Theory of Employment, Interest, and Money”.
The General Theory Keynes
* Keynes mengatakan: “Permintaan agregat yang rendah bertanggung jawab terhadap rendahnya pendapatan dan tingginya pengangguran yang menjadi karakteristik kemerosotan ekonomi”.
Fluktuasi Ekonomi
* Permintaan agregat (aggregate demand, AD) adalah hubungan antara jumlah output yang diminta dan tingkat harga agregat atau kurva permintaan agregat menyatakan jumlah barang dan jasa yang ingin dibeli orang pada setiap tingkat harga. 
* Penawaran agregat (aggregate supply, AS) adalah hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dan tingkat harga. 
Keynesian Macroeconomics  
Dalam teori makroekonomi Keynesian (Keynesian Macroeconomics), meliputi tiga aspek: 
* Peranan pengeluaran agregat (Simple Keynesian)
* Terdapat hubungan antara pengeluaran agregat dengan kegiatan ekonomi , produksi nasional dan tingkat kesempatan kerja.
* Penentuan suku bunga dan peranan uang (Mekanisme Transmisi)
* Ada 2 efek yang mempengaruhinya yaitu: (1) efek perubahan penawaran uang atas suku bunga
 (2) efek perubahan suku bunga atas investasi ; 
(3) efek perubahan investasi atas pengeluaran agregat dan pendapatan nasional.
* Peranan pemerintah dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi dalam satu tahun tertentu.
* Perlunya campur tangan pemerintah untuk mencapai tingkat kesempatan kerja penuh tanpa inflasi.
Dua Kelemahan Analisis Keynesian
* Analisis Keynesian tidak memperhatikan efek perubahan harga-harga terhadap pengeluaran agregat dan keseimbangan pendapatan nasional.
* Analisis Keynesian mengabaikan penawaran agregat dalam menentukan keseimbangan pendapatan nasional.
Analisis Keynesian tidak menganalisis mengenai ciri-ciri
penawaran agregat, dan bagaimana penawaran agregat akan mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional.
Analisis AD-AS
* Analisis AD-AS merupakan model penentuan kesimbangan dengan menggunakan pemisahan harga berubah.
*Dalam analisis AD-AS penawaran agregat dibedakan atas:
* Penawaran agregat jangka pendek (short run agreggate supply atau SRAS)
* Penawaran agregat jangka panjang (long run agreggate supply atau LRAS)
* Kurva SRAS (Kurva AS) adalah kurva yang terus menenrus melengkung ke atas dan memotong garis tegak pada YF, kurva AS semakin tinggi tingkat kenaikannya.
Kurva Permintaan Agregat (AD)
* Kurva AD (Agregat Demand) adalah suatu fungsi (atau kurva)yang menggambarkan hubungan antara tingkat harga denganu Jumlahpengeluaran agregat yang akan dilakukan dalam perekonomian.
* Permintaan agregat dapat di defenisikan sebagai tingkat pengeluaran yang akan dilakukan dalam ekonomi pada berbagai tingkat harga.
Sifat Utama Kurva AD
* Sifat kurva AD dipengaruhi oleh faktor:
* Tingkat harga dan pengeluaran rumah tangga.
* Tingkat harga, suku bunga dan investasi
* Tingkat harga, ekspor dan impor.
Efek Pertambahan Pengeluaran Agregat ke Atas Kurva AD 
 Apapun perubahan (apakah merupakan pertambahan C, I, G atau X), efeknya kepada pertambahan pengeluaran agregat dan pendapatan Nasional adalah sama yaitu: 
∆Y = Multiplier x ∆AE
Dimana : AE = Pertambahan salah satu dari C, I, G dan X
 Nilai multiplier analisis AD-AS akan selalu lebih kecil daripada analisis Y = AE 


Ciri-ciri Kurva AS
* Pada tingkat pengangguran yang masih tinggi, kurva penawaran agregat AS relatif landai.  
Maksudnya, penambahan produksi nasional dapat dilakukan perusahaan” pada harga relatif tetap karena : 
a) Tingkat penggunaan barang modal belum mencapai kapasitasnya yang optimum, 
b) upah masih relatif tetap. Tahap ini dicapai pada bagian AB dari kurva AS. 
 Dari titik B hingga titik C – yaitu titik pada garis tegak pada tingkat kesempatan kerja penuh, kurva AS bertambah tingkat kenaikannya.  
Sebab: pengangguran sudah semakin merosot dan kapasitas pabrik” sudah mencapai optimum. 
 Sesudah tingkat kesempatan kerja penuh kurva AS keadaannya semakin tegak.
Faktor” yang Mempengaruhi Bentuk Kurva AS
* Dua penyebab dari bentuk kurva AS yang melengkung ke atas :
* Ciri-ciri fungsi produksi
* Ciri-ciri pasaran tenaga kerja
* Efek Hukum hasil tambahan yang semakin berkurang
Dalam jangka pendek fungsi produksi dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut: 
Q = f(L)
Faktor” yang Mempengaruhi Bentuk Kurva AS
* Pasaran tenaga kerja & kurva penawaran agregat
“Semakin tinggi tingkat harga, semakin banyak pendapatan nasional riil yang ditawarkan perusahaan dalam perekonomian”. 
* Tingkat pengangguran & tingkat kenaikan upah
Terdapatnya hubungan yang negatif antara kenaikan tingkat upah dengan tingkat pengangguran.  
Kurva Philips yaitu: kurva yang menerangkan ciri perhubungan antara 
(a) tingkat kenaikan upah dan tingkat pengangguran dan
 (b) tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. 
Perpindahan Kurva AS
Perpindahan kurva AS dapat disebabkan oleh faktor” berikut:
* Perpindahan kurva AS ke Atas/ ke Kiri
* Harga bahan mentah meningkat atau biaya lain meningkat
* Kenaikan upah tenaga kerja
* Perpindahan Kurva AS ke Bawah/ ke Kanan
* Perkembangan teknologi
* Perkembangan Infrastruktur
* Pajak, izin usaha dan administrasi pemerintah keseimbangan Permintaan
* Penawaran Agregat (AD-AS) 
* Keseimbangan AD-AS (Keseimbangan makroekonomi) artinya: 
* Dalam analisis AD-AS telah memasukkan unsur perubahan harga dalam analsis keseimbangannya. 
* Perpotongan dititik E berarti permintaan agregat adalah sama dengan penawaran agregat pada pendapatan nasional riil sebanyak YE dan tingkat harga pada Pe . 
* Titik E merupakan keseimbangan yang akan dicapai dalam perekonomian karena perusahaan tidak akan menambah atau mengurangi output yang diproduksi.


Penyebab Perubahan Keseimbangan
* Efek perubahan kurva AD 
Perubahan dalam permintaan agregat yang tidak diikuti oleh perubahan penawaran agregat akan menimbulkan perubahan harga dan pendapatan nasional riil ke arah bersamaan, yaitu: kedua-duanya meningkat atau kedua-duanya merosot. 
* Efek perubahan kurva AS
Analisis mengenai perubahan kurva penawaran agregat AS menunjukkan bahwa perubahan tersebut akan mengakibatkan perubahan harga dan pendapatan nasional riil ke arah yang bertentangan.



 

Komentar