tugas mandiri 3 pengantar ilmu ekonomi dan bisnis - kampus milenial ITBI

Nama : Rika aulia
Kelas : pagi
Jurusan : sistem informasi akuntansi S1

1. Carilah salah satu jurnal yang berkaitan dengan " pasar monopolistik dan pasar oligopoli "

=> PASAR MONOPOLISTIK
Pengertian Pasar Monopolistik
Pasar monopolistik adalah suatu pasar yang didalamnya terdapat banyak produsen dalam menghasilkan barang yang sama tetapi masing-masing pada barang tersebut mempunyai perbedaan pada beberapa aspek.


Produsen atau penjual di pasar ini jumlahnya sangat tidak terbatas tetapi barang atau produk yang dihasilkan setiap produsen memiliki karakter tersendiri yang membedakannya pada barang lainnya. Contohnya seperti : sikat gigi, sabun, shampo, pasta gigi, dan lain-lain.


Pasar Monopolistik dapat disebut sebagai pasar persaingan Monopolistik yang merupakan salah satu bentuk pada pasar persaingan tidak sempurna, maksudnya yaitu pasar yang tidak terorganisir secara baik.


Didalam pasar Monopolistik, harga tidak menjadi faktor utama dalam penentu angka penjualan namun bagaimana persepsi konsumen terhadap produk yang dijual. Dalam hal ini, perusahaan yang ada di pasar monopolistik harus selalu aktif dalam melakukan promosi terhadap produk sekaligus yang dijual untuk menjaga citra perusahaan.

Contoh Pasar Monopolistik
Pada pasar monopolistik terdapat suatu diferensi produk, hal ini dapat memberikan kebebasan kepada konsumen dalam mencari produk yang akan dibeli, pada umumnya konsumen tidak mudah berpindah pada produk lain walaupun banyak sekali produk baru yang telah tersedia.


Didalam pasar monopolistik dapat ditemukan didalam kehidupan sehari-hari, seperti sabun, sampo, sepatu, air mineral, dan lain sebagainya.
Tetapi masing-masing produk memiliki merek, desain, keunikan, dan kualitas yang berbeda. Konsumen dapat memilih sebuah produk sesuai dengan preferensi, harga dan pastinya kualitas yang baik.

Ciri Ciri Pasar Monopolistik
Mengetahui ciri-ciri pasar persaingan monopolistik dengan melihat karakteristik pada pasar tersebut. Berikut beberapa ciri-ciri pasar monopolistik dibawah ini:
1. Terdapat Banyak Produsen/Penjual
Pada pasar monopolistik terdapat banyak sekali produsen atau penjual didalamnya. Setiap produsen mempunyai skala produksi sama pada produsen yang lainnya.

2. Terdapat Diferensiasi Produk
Pasar monopolistik terdapat banyak produk yang sama, tetapi memiliki perbedaan pada pengemasan, bentuk, corak, dan kualitasnya.
Dalam hal ini, perbedaan produk pada masing-masing produsen akan membuat produk tersebut mempunyai sifat pengganti yang dekat (close substitute) tetapi bukan pengganti yang sempurna.

3. Produsen Dapat Menentukan Harga
Produsen yang memproduksi barang berkualitas dan keistimewaan tersendiri akan membuat produsen bisa menentukan harga sendiri. Contohnya pada industri Shampo, produsen yang pertama membuat Shampo dengan mempunyai manfaat menguatkan akar rambut, untuk produsen yang kedua membuat Shampo dengan mempunyai manfaat anti ketombe.

4. Produsen Mudah Keluar Masuk Pasar
Didalam pasar monopolistik, produsen bisa masuk dan keluar pasar dengan mudah sesuai pada kebutuhannya. Disaat produsen masih sedikit, biasanya akan membuat keuntungan yang lebih tinggi. Tetapi produsen yang banyak, keuntungan akan menjadi berkurang.

5. Produsen Harus Melakukan Promosi
Salah satu yang sering dilakukan dalam pasar monopolistik yaitu membentuk persepsi konsumen pada produk yang dijual. Maksudnya yaitu dengan cara berpromosi atau beriklan secara rutin pada produk yang dijual.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik
1. Kelebihan Pasar Monopolistik
• Jumlah produsen atau penjual tidak terbatas pada pasar monopolistik dan persaingan bisnis antar produsen dapat memberikan keuntungan terhadap konsumen.
• Produsen bisa masuk dan keluar pasar dengan sangat mudah untuk terus mendorong produsen dalam berinovasi membuat produk yang berkualitas.
• Konsumen menjadi semakin selektif saat membeli produk sesuai yang dicari konsumen.

2. Kekurangan Pasar Monopolistik
• Pasar monopolistik mempunyai persaingan yang sangat ketat, baik pada segi harga, kualitas, maupun pelayanannya. Produsen yang memiliki modal sedikit dan mempunyai pengalaman yang kurang akan cepat berpindah pada pasar ini.
• Pada pasar ini akan membutuhkan modal yang besar, baik itu pada produksi, operasional, dan juga pemasarannya. Para produsen didalam pasar ini adalah mereka yang mempunyai modal besar dan pengalaman yang sangat baik.
• Diharuskan melakukan inovasi untuk membuat biaya produksi semakin tinggi sehingga akan mempengaruhi harga produk yang akan dibeli oleh konsumen.

PASAR OLIGOPOLI
Dalam perdagangan, istilah oligopoli cukup sering didengar. Oligopoli atau yang biasa disebut dengan pasar oligopoli ini merupakan hal yang perlu diketahui oleh para pebisnis yang baru memulai bisnis mereka. Oligopoli adalah pasar dengan persaingan tidak sempurna.

Alasan mengapa oligopoli disebut sebagai pasar persaingan tidak sempurna adalah karena di dalam area pasar tersebut, jumlah produsen tidak sebanding dengan banyaknya jumlah konsumen. Sehingga untuk tetap bertahan, para pebisnis harus secara terus menerus memasarkan produk mereka untuk menarik perhatian para pembeli.

Oligopoli juga biasa dilakukan untuk menahan perusahaan-perusahaan lain yang berpotensi untuk masuk ke pasar. Sehingga hanya ada sedikit produsen yang bisa memproduksi produk yang sama. Konsumen atau pembeli pun juga membeli produk yang tersedia hanya dari produsen.

Contohnya adalah produk rokok. Di Indonesia, angka perokok aktif sangat tinggi. Sedangkan perusahaan yang memproduksi rokok tidak banyak. Hal ini bisa disebut pasar oligopoli karena jumlah produsen dan konsumen tidak sebanding. Untuk menghindari konsumen berpindah ke vapor atau produk lain, varian rokok baru terus dikeluarkan agar pembeli tetap membeli rokok.

Oligopoli memiliki persaingan yang sangat ketat. Jika ada perusahaan baru yang ingin memasuki area pasar ini, maka perlu strategi yang mumpuni karena praktek oligopoli memang sering dilakukan untuk menahan adanya produsen baru yang masuk ke pasar. Produsen menetapkan harga terbatas sehingga persaingan harga sangat sedikit diantara produsen.
Tujuan Oligopoli
Pasar oligopoli memiliki tujuan agar para konsumen bisa leluasa memilih produk yang mereka inginkan. Inilah yang akan membuat produsen sadar untuk meningkatkan kualitas produk serta memenuhi kebutuhan konsumen mereka. Tentunya bagi produsen ini adalah tantangan tersendiri. 

Produsen harus terus menerus riset pasar dan membuat produk baru yang lebih baik dari sebelumnya agar konsumen bisa tetap menggunakan produk tersebut. Meskipun terlihat susah, dengan menjadi produsen dalam oligopoli bisa memberikan keuntungan lebih terutama jika strategi pemasaran yang dilakukan tepat.

 

Ciri-Ciri Pasar Oligopoli
Untuk mengetahui seperti apa pasar oligopoli secara lebih detail, berikut ini adalah ciri-cirinya:

Memiliki 2 Produsen atau Lebih
Oligopoli dijalankan oleh 2 konsumen atau lebih. Paling tidak kurang dari 10 produsen. Dengan sedikitnya produsen, maka dari itu disebut dengan pasar persaingan tidak sempurna. Sementara jumlah konsumen sangat banyak dan beragam.

Produk yang Dijual Homogen
Dalam oligopoli, produk yang dijual bersifat homogen atau seragam. Selain itu, sifatnya juga saling menggantikan satu sama lain. Contohnya adalah produk rokok. Rokok memiliki banyak variasi, sehingga jika satu produk tidak laku maka bisa digantikan dengan variasi lainnya.

Kebijakan Produsen Utama Menjadi Acuan
Pasar oligopoli menjadikan kebijakan produsen utama sebagai acuan oleh produsen lainnya. Jadi produsen yang lain hanya perlu mengikuti kebijakan dari produsen utama. Misalnya untuk hal penarikan produk lama, perubahan fungsi, dan juga ketentuan penetapan harga produk.

Harga Barang Hampir Sama
Dalam pasar oligarki, barang yang dijual memiliki harga yang hampir sama. Perbedaan harga antara masing-masing produk sangat tipis sehingga nyaris terasa perbedaan harganya bagi para konsumen. Selisih harganya tidak terlalu besar karena jumlah produsen yang sedikit.

Kebijakan harga produk ini ditetapkan oleh produsen utama. Dengan produsen utama menetapkan harga, produsen lainnya menyesuaikan juga. Apalagi jumlah produsen yang tidak banyak membuat persaingan menjadi ketat sehingga perbedaan harga tidak terlalu jauh.

Produsen Baru Sulit Masuk
Bagi produsen baru, akan sangat sulit untuk memasuki pasar oligopoli. Produsen utama sudah memainkan harga produk sehingga produsen yang baru saja masuk akan sangat kesulitan untuk bersaing dengan harga produsen yang sudah ada. Jika dipaksakan, produsen baru akan mendapatkan keuntungan dengan sangat kecil.

Strategi Pemasaran Harus Matang
Dalam oligopoli, strategi pemasaran harus matang. Dengan sedikitnya jumlah produsen dan ragam produk yang tidak terlalu banyak, maka persaingan menjadi lebih ketat. Promosi dan pemasaran harus gencar dilakukan karena dikhawatirkan konsumen akan berpindah ke produk lain.

Jenis-Jenis Pasar Oligopoli
Adapun jenis-jenis pasar oligopoli yang bisa dipahami adalah:

Pasar Oligopoli Murni (Homogen)
Jenis oligopoli yang pertama adalah pasar homogen. Dalam oligopoli homogen, barang yang dipasarkan hanya memiliki satu macam, tetapi memiliki banyak pilihan atau banyak varian. Perbedaan harga antara satu produk dan produk lainnya juga tidak terlalu jauh.

Oligopoli murni memiliki kecenderungan untuk berpatok pada produsen utama. Keputusan dan kebijakan yang diambil oleh produsen utama maka produsen lainnya mengikuti, misalnya seperti perubahan harga, maka produsen lainnya pun ikut mengikuti harga yang telah ditetapkan oleh produsen utama.

Pasar Oligopoli Terdiferensiasi
Oligopoli terdiferensiasi maksudnya adalah jenis pasar yang menjual barang yang hanya satu macam, tetapi harganya tidak perlu menyesuaikan dengan harga produsen yang lainnya. Jadi perbedaan harga cukup terasa di antara oligopoli terdiferensiasi ini.

Contohnya adalah produk elektronik seperti smartphone. Produsen smartphone tidak terlalu banyak tetapi konsumennya ada banyak sekali. Meskipun produk yang dijual hanya smartphone saja, tetapi harganya cukup berbeda antara satu produsen dan produsen lainnya.

Pasar Oligopoli Non Kolusi
Jenis selanjutnya adalah jenis oligopoli non kolusi. Maksud dari oligopoli non kolusi adalah jika ada produsen yang ingin memainkan harga, maka ia perlu melihat perkembangan produsen lainnya sebagai kompetitor usaha. Tujuannya adalah agar tetap berkembang dan produsen lain tidak dapat mengikuti jejaknya.

Pasar Oligopoli Kolusi
Berbeda dengan sebelumnya, oligopoli kolusi merupakan pasar di mana para produsen bekerja sama ketika mereka akan menaikkan harga produk atau tetap membiarkan harganya stagnan.

Kelemahan Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli juga memiliki kelemahan bagi produsen itu sendiri. Berikut ini adalah kelemahan-kelemahannya:

Produsen Baru Sulit Masuk
Hal ini sudah jelas akan terjadi. Produsen yang sudah ada bersaing dengan harga sehingga produsen yang baru sulit untuk masuk. Produsen baru akan kesulitan bersaing dengan produsen yang sudah ada. Apalagi persaingan antara produsen juga sangat ketat.

Produsen Utama Sangat Mempengaruhi Pasar
Dalam oligopoli, produsen utama sangat mempengaruhi kondisi pasar. Produsen lainnya harus menyesuaikan dengan kebijakan atau keputusan produsen utama. Misalnya adalah saat produsen utama menaikkan harga atau menurunkan harga, maka produsen yang lain juga menyesuaikan.

Strategi Marketing Harus Bagus
Dengan ketatnya persaingan antar produsen, inovasi produk harus selalu dibuat. Selain itu, strategi pemasaran juga harus dipikirkan secara matang agar konsumen tahu produk yang dibuat dan tetap tertarik dengan produk produsen.

Pasar oligopoli memiliki cukup banyak contoh.untuk para pemilik bisnis, penting sekali mengetahui kondisi pasar sebelum terjun langsung ke dalamnya. 

Komentar